JurnalPendidikan Kewarganegaraan Journal of Civics and Education Studies Vol. 6 No. 2 September 2019 p-ISSN 2302-0865 | e-ISSN 2621-346X Konsep Diversi sebagai Bentuk Kebijakan Sanksi Cyber Crime terhadap Anak di Bawah Umur Amelia Haryantia,1* aProgram Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan 1dosen00811
Perubahankebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam system ide yang dimiliki bersama oleh para warga antara lain seperti dibawah ini , kecuali 37. Perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama, karena sudah mengakar dalam kehidupan sehari-hari .
persyaratantertentu seperti dibawah ini, kecuali : A. menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar B. menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya C. memiliki tingkat pendidikan setingkat Doktor D. menuntut tingkat pendidikan yang memadai Q.3)
Akomodasisebagai suatu proses mempun y ai beberapa bentuk (Young d an Raymond dalam Soekanto, 2003), yaitu:" 1) Coercion , adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh
Contohdari akomodasi koersi yaitu penjajahan, perbudakan, ataupun tekanan negara donor kepada negara kredit dalam proses pinjaman. (baca juga: Bentuk Hubungan Sosial) 2. Kompromi (Compromise) Komprosi adalah bentuk akomodasi yang ketika salah satu pihak terlibat konflik maka akan saling mengurangi tuntutan hingga tercapainya penyelesaian.
Dibawah ini bentuk-bentuk akomodasi, kecuali . a. coercion b. kompromi c. arbitrasi d. kompromi e. disorganisasi Jawaban: e 25. Berikut ini syarat-syarat perubahan secara revolusi, kecuali . a. harus ada keinginan umum untuk mengadakan perubahan b. adanya seorang pemimpin atau kelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat itu
. Bentuk Akomodasi β Akomodasi adalah kata yang cukup asing di telinga banyak orang, terutama bagi mereka yang masih sekolah. Namun, kata ini akan menjadi lebih akrab di telinga, ketika kamu lulus dan memasuki dunia kerja. Di dunia kerja, akomodasi adalah kata yang cukup sering muncul dan akrab di telinga. Biasanya, akomodasi digunakan dalam menyelesaikan konflik yang muncul diantara karyawan dalam sebuah perusahaan dan dapat bersifat permanen atau sementara, tergantung dari situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Membahas soal akomodasi, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kata ini cukup asing ditelinga kita. Kamu yang belum memasuki dunia kerja, mungkin akan bertanya-tanya apa maksud dan pengertian di balik istilah satu ini. Buat kamu yang belum tahu, berikut pengertian dari akomodasi dan bentuk akomodasi yang perlu kamu ketahui! Pengertian AkomodasiPengertian Akomodasi Menurut Para Ahli1. Baldwin2. Robert Morrison Maclver3. John Gillin dan Lewis GillinBentuk-Bentuk Akomodasi1. Toleransi2. Stalemate3. Ajudikasi4. Koersi5. Kompromi6. Arbitrasi7. Mediasi8. KonsiliasiTujuan dari Akomodasi1. Mencegah meledaknya pertentangan2. Menciptakan hubungan kerja sama3. Meleburkan kelompok4. Mengurangi konflikFaktor Pendorong Akomodasi1. Adanya paksaan terhadap pihak yang lemah2. Pihak yang terlibat mau mengurangi tuntutan3. Adanya usaha untuk mempertemukan kedua belah pihak yang sedang terlibat konflikKesimpulanKategori SosiologiMateri Sosiologi Akomodasi memang cuma sebuah kata, sebuah istilah. Namun, makna dibalik istilah satu ini cukup beragam. Dalam ilmu sosiologi, akomodasi pada dasarnya adalah keadaan dimana terdapat sebuah keseimbangan dalam interaksi sosial antara seseorang dengan orang lain, atau suatu kelompok dengan kelompok lain. Akomodasi sendiri sangat berhubungan dengan norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat di sebuah wilayah. Jika ilmu sosiologi menyebut akomodasi sebagai keadaan yang memiliki keseimbangan antar manusia atau kelompok, Kamus Besar Bahasa Indonesia atau yang biasa kita sebut KBBI, menyebut akomodasi sebagai proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara satu orang dengan orang lainnya, atau bisa juga penyesuaian sosial antara satu kelompok dengan kelompok lain yang berada di sebuah wilayah. Lain sosiologi, lain lagi dalam ilmu antropologi. Dalam ilmu antropologi, akomodasi adalah penyesuaian yang dilakukan manusia atau kelompok tertentu untuk menghindari, atau meredakan ketegangan yang muncul karena sebuah konflik. Pengertian Akomodasi Menurut Para Ahli Selain pengertian dari sosiologi dan antropologi, beberapa ahli juga memiliki definisi versi mereka sendiri mengenai akomodasi. 1. Baldwin Menurut seorang filsuf dan psikolog terkenal asal Amerika Serikat yang bernama James Mark Baldwin atau Baldwin, akomodasi adalah perubahan yang dilakukan oleh individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. 2. Robert Morrison Maclver Beda Baldwin, beda lagi pendapat sosiolog, dan pendidik asal Skotlandia yang bernama Robert Morrison Maclver. Menurut Maclver, akomodasi adalah proses yang dilalui oleh manusia untuk bisa selaras dengan lingkungannya. Proses ini kadang tidak mudah, dan membutuhkan waktu beberapa saat, tetapi hal ini perlu dilakukan untuk membuat seseorang bisa bertahan dan diterima di lingkungan barunya. 3. John Gillin dan Lewis Gillin Terakhir, ada pasangan ayah dan anak, John Gillin dan Lewis Gillin yang merupakan antropolog dan profesor sosiologi terkenal asal Amerika Serikat. Keduanya menyebutkan bahwa akomodasi adalah sebuah proses yang dimana individu atau kelompok yang sedang atau pernah memiliki konflik berusaha untuk menyesuaikan hubungan mereka demi mengatasi kesulitan yang muncul akibat konflik yang pernah terjadi di masa lalu. Dari pendapat-pendapat di atas, kamu pasti bisa mengambil kesimpulan sendiri mengenai pengertian akomodasi. Secara sederhana, akomodasi adalah serangkaian proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh seseorang atau suatu kelompok untuk mengatasi konflik yang muncul. Akomodasi kadang berlangsung singkat, tetapi kadang juga bersifat lama bahkan permanen. Bentuk-Bentuk Akomodasi Bukan hanya memiliki pengertian yang beragam, akomodasi juga terbagi menjadi beberapa bentuk yang berbeda. Bentuk dari akomodasi diantaranya adalah toleransi, stalemate, ajudikasi, koersi, kompromi, arbitrasi, mediasi, konsiliasi. Apa bedanya bentuk-bentuk akomodasi ini? Berikut penjelasan lengkapnya! 1. Toleransi Bagi kita orang Indonesia, toleransi bukanlah istilah yang asing. Bagaimanapun, tinggal di negara yang penduduknya terdiri dari beragam suku, ras, agama, dan kebudayaan, membuat kita harus memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap orang lain yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengan diri kita. Orang Indonesia, meski tidak semua, cenderung memiliki rasa toleransi yang tinggi terhadap perbedaan. Alih-alih merasa aneh dengan perbedaan yang ada, kita justru memilih untuk menghormatinya. Toleransi sendiri merupakan bagian dari bentuk akomodasi. Secara umum, toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan yang ada pada orang lain. Dengan catatan, perbedaan itu tidak berefek buruk dan merugikan orang lain yang ada disekitarnya. 2. Stalemate Ketimbang toleransi, istilah yang satu ini sedikit lebih asing. Sama seperti toleransi, stalemate juga merupakan bagian dari bentuk akomodasi, dimana pihak yang sebelumnya memiliki konflik memutuskan untuk berhenti bertentangan satu sama lain. Stalemate sendiri disebabkan karena kedua belah pihak sudah tidak memiliki kemungkinan lain, baik itu untuk maju maupun mundur. Contohnya adalah perang yang dilakukan oleh Korea Utara dan Korea Selatan. Dimulai pada tahun 1950, perang Korea sebenarnya belum dinyatakan selesai hingga kini. Status kedua negara juga masih gencatan senjata. Namun, perang harus dihentikan karena kedua negara memiliki kekuatan yang seimbang. Akibatnya, kedua negara masih memberlakukan wajib militer kepada warganya untuk mengantisipasi jika perang kembali meletus suatu saat nanti. Baik itu, Korea Utara maupun Korea Selatan masih berbicara hingga saat ini, tetapi pembicaraan ini sayangnya tidak pernah berakhir pada perdamaian. 3. Ajudikasi Ajudikasi menjadi bentuk dari akomodasi lainnya. Berbeda dengan bentuk akomodasi stalemate, dimana konflik tidak berakhir, ajudikasi adalah proses penyelesaian masalah yang dilakukan dengan menggunakan bantuan dari orang atau pihak ketiga yang bersikap netral dan tidak berpihak ke salah satu kubu. Ajudikasi sering dilakukan pada persidangan dalam banyak kasus. Kasus perceraian contohnya, sebelum menyetujui sebuah gugatan perceraian, pengadilan akan mencoba mendamaikan kedua belah pihak agar mereka mau terus mempertahankan rumah tangganya. Kadang proses ini berhasil, tetapi banyak juga yang berakhir dengan kegagalan. 4. Koersi Koersi berarti paksaan, dan merupakan bentuk lain dari akomodasi. Sama seperti bentuk akomodasi lain, koersi juga sebenarnya dilakukan untuk meredakan konflik. Perdamaian ini dilakukan bukan semata-mata karena kedua belah pihak ingin berdamai, tetapi karena ada paksaan yang muncul dan membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain berdamai. Salah satu contohnya adalah ketika Perang Dunia II berakhir tahun 1945. Pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki untuk memaksa Jepang menyerah dan mengakui kekalahan. Jepang yang saat itu sudah terdesak, akhirnya memutuskan untuk menyerah dan menandatangani perjanjian perdamaian. 5. Kompromi Jika koersi dilakukan secara terpaksa, kompromi justru sebaliknya. Kompromi merupakan bentuk akomodasi dimana pihak yang berkonflik berusaha mengurangi tuntutan untuk menciptakan sebuah perdamaian. Meskipun terdengar begitu mudah, tetapi kompromi kadang bisa berjalan alot karena kedua belah pihak bersikap keras kepala dan tidak memiliki keinginan untuk berdamai. 6. Arbitrasi Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kompromi kadang berjalan begitu alot karena kedua belah pihak tidak mau mengurangi tuntutan untuk lawannya. Ketika kompromi berjalan buruk, maka kedua belah pihak membutuhkan orang ketiga yang bertugas sebagai penengah diantara keduanya. Pihak atau orang ketiga ini dikenal dengan istilah arbitrasi. Pihak ketiga ini biasanya dipilih dan dipercaya oleh kedua belah pihak yang bertikai. Sebagai penengah, pihak ketiga harus bersikap netral. 7. Mediasi Mediasi menjadi bentuk lain dari akomodasi. Dalam banyak situasi, mediasi baru akan terlaksana jika arbitrasi dapat berjalan dengan baik. Mediasi adalah proses penyelesaian konflik dengan cara perundingan. Pihak yang berkonflik akan bertemu di suatu tempat yang sudah ditentukan untuk berunding. Tidak hanya dihadiri oleh pihak yang berkonflik, mediasi juga dihadiri oleh pihak ketiga yang bertugas untuk memastikan bahwa perundingan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, pihak ketiga juga bertugas sebagai penasihat untuk keduanya. Sebuah mediasi dapat dianggap berhasil jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan tertentu untuk menghasilkan perdamaian. 8. Konsiliasi Konsiliasi adalah bentuk akhir dari akomodasi. Konsiliasi sebenarnya adalah istana lain untuk perdamaian. Di tahap ini, kedua belah pihak yang berkonflik sudah mencapai kesepakatan dan memutuskan untuk berdamai tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Berbeda dengan koersi, dan mediasi yang kadang berjalan alot dan panjang, konsiliasi biasanya jauh dari suasana tegang karena kedua belah pihak sudah setuju untuk berhenti berselisih dan memulai perdamaian. Sama seperti mediasi, konsiliasi juga dihadiri oleh dua pihak yang berkonflik dan pihak ketiga. Bedanya, pertemuan ini kedua belah pihak tidak lagi melakukan perundingan apapun, melainkan menandatangani kesepakatan damai yang sudah dicapai di tahap-tahap sebelumnya. Tujuan dari Akomodasi Sama seperti banyak hal lainnya, dibalik bentuk-bentuknya, akomodasi pada dasarnya juga menyimpan tujuan tertentu. Bukan hanya bertujuan untuk menyelesaikan konflik, lebih dari itu, akomodasi juga memiliki tujuan yang lebih besar. 1. Mencegah meledaknya pertentangan Salah satu tujuan utama dari akomodasi adalah untuk menyelesaikan konflik yang terjadi diantara kedua kelompok atau individu. Disisi lain, akomodasi juga bertujuan untuk mencegah sebuah konflik menjadi lebih besar. Memang benar, apabila proses akomodasi memang tidak selalu berhasil membawa perdamaian bagi pihak yang berkonflik, tetapi setidaknya akomodasi dapat menghentikan bahkan menahan laju konflik agar tidak berakhir menjadi pertengkaran besar yang bukan hanya dapat merugikan kedua belah pihak, tetapi juga pihak-pihak lain yang tidak terlibat. 2. Menciptakan hubungan kerja sama Tujuan utama akomodasi memang meredakan konflik, tetapi ketika konflik sudah selesai, tidak lantas membuat akomodasi selesai. Pasalnya, selain meredakan dan menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung, akomodasi juga bertujuan untuk menciptakan hubungan kerja sama antar kelompok. Hubungan kerja sama ini biasanya dilakukan oleh kelompok sosial yang hidupnya saling terpisah karena berbagai faktor. Kerja sama juga bisa dilakukan oleh pihak-pihak yang baru saja melakukan perdamaian. 3. Meleburkan kelompok Kerja sama antar kelompok bukan hanya membawa keuntungan untuk kedua belah pihak, tetapi juga untuk mempererat hubungan kedua kelompok yang terpisah. Apalagi, jika kedua kelompok yang bekerja sama adalah kelompok yang berkonflik sebelumnya. Kerja sama yang dilakukan dapat membuat hubungan yang tadinya renggang menjadi lebih kuat dan akrab. 4. Mengurangi konflik Selain menyelesaikan konflik, akomodasi juga bertujuan untuk mengurangi konflik yang mungkin akan terjadi di masa depan. Baik itu, konflik yang muncul karena salah paham, atau perbedaan pendapat. Dengan adanya akomodasi, pihak-pihak yang salah paham bisa saling bicara dan mengurangi kemungkinan terjadinya konflik, sehingga perdamaian pun bisa tercapai Faktor Pendorong Akomodasi Menyelesaikan sebuah konflik bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Biasanya, semakin besar kekuatan dua belah pihak, dan semakin besar penyebab konfliknya, maka proses penyelesaian sebuah konflik juga akan semakin sulit. Misalnya, konflik antara dua negara yang saat ini berlangsung, yaitu Rusia dan Ukraina. Mengingat keduanya sangat kuat, ditambah keberadaan pihak lain yang mendukung Ukraina membuat situasi konflik kedua negara jadi semakin rumit. Seperti yang sudah disebutkan, menyelesaikan sebuah konflik atau akomodasi bukan hal yang mudah, agar akomodasi dapat terjadi, maka dibutuhkan beberapa faktor pendorong. Faktor apa saja? 1. Adanya paksaan terhadap pihak yang lemah Sebuah akomodasi kadang berjalan sulit karena salah satu pihak tidak mau menyerah. Jika hal ini terjadi, maka mau tidak mau, pihak yang lebih kuat harus melancarkan paksaan untuk membuat lawannya menyerah dan menghentikan konflik. Pilihan ini memang tidak selalu baik, kadang juga meninggalkan kerugian yang tidak sedikit. Namun, jika ini menjadi satu-satunya jalan untuk menghentikan konflik, maka pihak-pihak yang lebih kuat harus melakukannya. 2. Pihak yang terlibat mau mengurangi tuntutan βTidak akan ada asap, jika tidak ada api.β Kalimat itu juga berlaku untuk sebuah konflik. Konflik Rusia dan Ukraina misalnya yang saat ini disebabkan oleh beberapa masalah. Mulai dari keinginan Ukraina untuk bergabung dengan Nato, hingga Rusia yang menuntut kemerdekaan bagi dua wilayah di Ukraina yang pro terhadap Rusia. Masalah seperti inilah yang akhirnya membuat peperangan atau konflik jadi sulit untuk dihentikan karena kedua belah pihak bertahan dengan tuntutannya masing-masing. Untuk bisa menghentikan perang, kedua negara harus mau mengurangi tuntutannya. Hal yang sama juga berlaku bagi konflik manapun. Jika ingin berdamai, kedua belah pihak harus mau berkompromi, menurunkan ego, dan mengurangi tuntutannya satu sama lain. Tanpa itu, akomodasi dalam bentuk apapun tidak akan pernah bisa mendapatkan hasil yang baik. 3. Adanya usaha untuk mempertemukan kedua belah pihak yang sedang terlibat konflik Saat kamu bertengkar dengan seseorang, segala hal tentang dia menjadi terasa sangat menyebalkan. Jangankan melihat wajahnya, mendengar namanya saja sudah cukup membuat emosi kita mendidih. Hal ini juga dirasakan oleh kelompok, maupun negara yang berkonflik. Jangankan berjabat tangan, kedua belah pihak yang bertentangan bahkan enggan untuk bertemu muka apalagi bicara. Untuk itu, penengah sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan sebuah konflik. Seperti yang diketahui, akomodasi tidak akan berjalan jika pihak yang terlibat tidak pernah bertemu secara langsung. Sebelum membicarakan perdamaian kepada kedua belah pihak, penengah harus lebih dulu membujuk kedua kelompok atau individu untuk mau bertemu dan bicara. Tidak mudah, dan membutuhkan usaha yang keras. Namun jika berhasil, maka kesempatan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi akan semakin terbuka lebar. Kesimpulan Akomodasi bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Terlebih jika pihak yang bertentangan atau yang melakukan konflik adalah pihak besar yang memiliki pengaruh yang kuat. Namun disisi lain, membiarkan sebuah konflik untuk terus berjalan tanpa melakukan apa-apa juga bukanlah keputusan yang benar. Namanya konflik, kita tidak pernah tahu kemana arahnya. Jika dibiarkan begitu saja, sebuah konflik yang tadinya kecil dan hanya melibatkan dua pihak, semakin lama akan semakin besar dan merembet kemana-mana. Kerugian yang ditanggung pun akan semakin besar akibat konflik tersebut. Inilah tepatnya kenapa akomodasi itu sangat penting untuk dilakukan. Memang akomodasi bukan jaminan dua kelompok atau individu mau berdamai, tetapi akomodasi yang dilakukan oleh pihak ketiga paling tidak dapat menghentikan konflik meski hanya sementara. Untuk Grameds yang mau mempelajari semua hal tentang akomodasi, kamu bisa banget mengunjungi Sebagai SahabatTanpaBatas, kami selalu berusaha untuk menyediakan informasi terbaik dan terbaru untuk kamu serta LebihDenganMembaca bersama Gramedia. Penulis Siti Marliah BACA JUGA Pengertian & Jenis Pengendalian Sosial Preventif, Represif, Koersif Pengertian Kompromi Jenis, Manfaat, Contoh, dan Penerapannya sebagai Kunci Budaya Demokrasi Konvensi Pengertian, Ciri, Jenis, Sifat, dan Contohnya Pengertian Konflik Jenis-Jenis, Faktor Penyebab, dan Contohnya Permasalahan Sosial Pengertian, Faktor, Penyebab, Dampak, dan Solusi Contoh Interaksi Sosial antara Individu dengan Kelompok Pengertian Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Dalam bahasa percakapan sehari-hari istilah akomodasi sering digunakan. Sehingga akomodasi adalah bagian dari interaksi sosial. Dalam sosiologi, akomodasi digunakan untuk menyelesaikan konflik. Akomodasi berkaitan dengan penyesuaian lingkungan baik fisik maupun sosial. Oleh karenanya, akomodasi adalah dalam bentuk dari bagian proses asosiasi. Proses asosiasi merupakan proses interaksi sosial antara satu orang atau lebih atau kelompok sosial yang mengarah pada kesatuan atau kekompakkan, bahkan terjadinya pembauran. Akomodasi adalah langkah yang ditempuh untuk mengatasi konflik atau masalah antar dua pihak. Akomodasi adalah suatu kondisi dan proses. Akomodasi dapat bersifat sementara atau permanen. Berikut penjelasannya yang dilansir dari Penjelasan Singkat Mengenai Akomodasi Dalam ranah ilmu sosiologi, terma akomodasi adalah keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dalam referensi Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, mendefinisikan akomodasi sebagai penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Dalam antropologi, akomodasi adalah penyesuaian manusia dalam kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik. Di sisi lain, akomodasi adalah penyelesaian konflik yang pada umumnya berarti menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Akomodasi mungkin hanya berlangsung dalam waktu singkat dan mungkin bertujuan untuk memungkinkan pihak yang berkonflik untuk mengkonsolidasikan posisi mereka. Akomodasi adalah suatu kondisi dan proses. Sebagai suatu kondisi, akomodasi adalah pengakuan dan penerimaan dari serangkaian hubungan yang menentukan status seseorang dalam kelompok atau kelompok dalam organisasi sosial yang lebih inklusif. Sebagai suatu proses, akomodasi mengacu pada penyesuaian yang dengannya konflik terbuka diselesaikan dan persaingan dibatasi dalam batas-batas tetap. Penjelasan Singkat Mengenai Akomodasi dari Para Ahli Ada sejumlah penjelasan mengenai akomodasi dari para ahli 1. Horton dan Hunt Akomodasi adalah proses mengembangkan perjanjian sementara antara individu atau kelompok yang berkonflik. 2. Lundberg Kata akomodasi telah digunakan untuk menunjukkan penyesuaian yang dilakukan orang-orang dalam kelompok untuk menghilangkan kepenatan dan ketegangan persaingan dan konflik. 3. Mac Iver Istilah akomodasi merujuk terutama pada proses di mana manusia mencapai rasa harmoni dengan lingkungannya. 4. Baldwin Psikolog terkenal Baldwin adalah orang pertama yang menggunakan konsep akomodasi. Menurutnya, istilah tersebut menunjukkan perubahan yang diperoleh dalam perilaku individu yang membantu mereka menyesuaikan diri dengan lingkungannya. 5. Gillin dan Gillin Akomodasi adalah proses di mana individu dan kelompok yang bersaing dan berkonflik menyesuaikan hubungan mereka satu sama lain untuk mengatasi kesulitan yang muncul dalam persaingan, pertentangan atau konflik. Aneka Tujuan Akomodasi 1. Mencegah Meledaknya Pertentangan Akomodasi bertujuan untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu. Proses akomodasi akan menghentikan pertentangan baik sementara maupun permanen. 2. Menciptakan Kerjasama Akomodasi memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompokkelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktorfaktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem kasta. 3. Meleburkan Kelompok Akomodasi juga bertujuan untuk meleburkan kelompok-kelompok sosial yang terpisah. 4. Mengurangi Pertentangan Akomodasi digunakan untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. Akomodasi disini bertujuan untuk menghasilkan suatu sintesa antara kedua pendapat tersebut, agar menghasilkan suatu pola yang baru. Bentuk-bentuk Akomodasi 1. Toleransi Toleransi juga sering disebut sebagai tolerant-participation. Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Kadang-kadang toleration timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan, ini disebabkan karena adanya watak orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia. 2. Stalemate Stalemate adalah bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Hal ini disebabkan oleh karena kedua belah pihak sudah tidak ada kemungkinan lagi baik untuk maju maupun untuk mundur. 3. Ajudikasi Ajudikasi adalah akomodasi yang berbentuk penyelesaian perkara atau sengketa dipengadilan. 4. Koersi Koersi coercion atau paksaan adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. Koersi merupakan bentuk akomodasi, dimana salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara fisik langsung, maupun psikologis tidak langsung. 5. Kompromi Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihakpihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Sikap dasar untuk dapat melaksanakan kompromi adalah bahwa salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lainnya dan begitu pula sebaliknya. 6. Arbitrasi Arbitrasi adalah suatu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh suatu badan yang berkedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak bertentangan. 7. Mediasi Mediasi mirip dengan arbirasi. Mediasi mengundang pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. Tugas pihak ketiga tersebut adalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai. Kedudukan pihak ketiga hanyalah sebagai penasihat belaka, dia tidak berwenang untuk memberi keputusan-keputusan penyelesaian perselisihan tersebut. 8. Konsiliasi Konsiliasi atau perdamaian adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Konsiliasi bersifat lebih lunak daripada koersi dan membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk mengadakan asimilasi.
β Pada kesempatan kali ini kita kan membahas Pengertian Akomodasi Menurut Ahli, Tujuan, Karakteristik, Bentuk, dan ciri β Ciri nya yang akan kita bahas dan kita jelaskan seperti yang ada dibawah ini. Memahami akomodasi adalah upaya untuk menyelesaikan masalah atau konflik yang terjadi antara dua pihak atau lebih untuk mencapai kondisi yang lebih menguntungkan. Pendapat lain adalah bahwa pentingnya perumahan adalah cara untuk menyelesaikan masalah antara banyak pihak tanpa menggulingkan salah satu pihak. Perjanjian tersebut diharapkan dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik. Akomodasi adalah istilah yang biasa digunakan oleh sosiolog untuk menggambarkan situasi di mana individu atau kelompok yang kompetitif mencoba menyesuaikan hubungan mereka untuk menghadapi masalah yang muncul. Bahkan, istilah umum sering digunakan untuk beberapa daerah. Misalnya, psikologi, traveling dan mata. tullisan ini membahas pengertian akomodasi dalam konteks psikologi. Psikologi kata akomodasi terkait dengan adaptasi perilaku manusia. Traveling berarti akomodasi untuk pelancong, seperti hotel dan penginapan. mata, kata akomodasi mengacu pada penyesuaian di mata untuk melihat atau memfokuskan pandangan. Tujuan akomodasi Dengan mengacu pada pemahaman sebelumnya tentang akomodasi, tujuan utamnya adalah untuk mengurangi atau menyelesaikan masalah yang terjadi antara individu atau kelompok. Bukan tidak biasa untuk konflik yang terjadi sulit untuk ditangani, sehingga pihak ketiga diperlukan sebagai perantara. Beberapa tujuan akomodasi adalah sebagai berikut Meminimalkan munculnya konflik antara individu atau kelompok yang disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda. Mencegah potensi konflik yang dapat menyebabkan perang. Memungkinkan adanya kerja sama yang terpisah antara berbagai kelompok sosial karena perbedaan budaya dan faktor sosial. Kumpulkan kelompok sosial dengan latar belakang dan tujuan yang berbeda. Karakteristik Akomodasi Sebagai aturan umum, adaptasi dimulai dengan upaya untuk mengurangi berbagai zona konflik dari pihak-pihak yang berkonflik sehingga masalah dapat segera diselesaikan. Beberapa fitur akomodasi adalah sebagai berikut Kebutuhan akan akomodasi timbul karena konflik atau perseteruan. Akomodasi bersifat universal. Adaptasi adalah proses berkelanjutan atau terjadi terus menerus. Akomodasi adalah kombinasi perasaan cinta dan benci. Bentuk Akomodasi Menurut pemahaman sebelumnya tentang akomodasi, ada beberapa bentuk akomodasi yang sering digunakan untuk menyelesaikan perselisihan. Bentuk akomodasi adalah sebagai berikut komitmen Komitmen adalah suatu bentuk penempatan di mana para pihak dalam konflik sengaja mengurangi tuntutan mereka sehingga konflik dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan cepat. Konsiliasi Konsiliasi adalah bentuk akomodasi di mana para pihak dari pertemuan bertemu untuk menemukan titik tengah masalah yang muncul sehingga perselisihan dapat diselesaikan. Baca Juga Stratifikasi Sosial β Pengertian, Bentuk dan Contoh nya Stalemate Stalemate adalah bentuk penempatan di mana salah satu bagian yang berperang berhenti pada titik tertentu karena keseimbangan kekuatan di setiap bagian. Coercion Coercion adalah bentuk penempatan di mana aplikasi tersebut mengandung kekerasan. Secara umum, paksaan dilakukan karena salah satu pihak dalam konflik berada dalam posisi yang lebih lemah atau kekuatan tidak seimbang. Arbitrase Arbitrase adalah bentuk penempatan di mana implementasinya adalah pihak ketiga yang bertindak sebagai mediator atau perantara. Pihak ketiga ini akan dipilih dengan persetujuan para pihak yang berselisih sehingga mereka dapat melakukan. Toleransi Toleransi adalah bentuk adaptasi berdasarkan prinsip saling pengertian antara pihak-pihak yang bersengketa. Toleransi terjadi tanpa persetujuan salah satu pihak yang bersengketa. Ajudikasi Ajudikasi adalah bentuk penempatan yang dilaksanakan melalui kasus pengadilan untuk menyelesaikan masalah. Secara umum, keputusan dibuat jika para pihak yang berselisih tidak dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda. Ciri β Ciri Akomodasi Berikut merupakan ciri-ciri akomodasi Di dalam suatu proses akomodasi ini biasa juga dapat melibatkan dua orang atau lebih yang mengalami pertikaian atau juag berada di dalam situasi tegang sehingga menjadi penghalang untuk mereka bertemu atau mengadakan kerja sama. Agar suatu proses akomodasi, bias saja kedua belah pihak yang bertikai harus bersedia untuk memberi dan menerima untuk dapat mengadakan perubahan sikap dan bertingkah laku satu sama yang lain dengan menghilangkan atau mengurangi kepentingan mereka. Akomodasi ini memiliki tujuan nya yaitu tidak saling mengganggu sehingga dimungkinkan masing β masing pihak nya dapat mengetahui dan menerima situasi dan kondisi pihak lain nya. Baca Juga Pengertian Komunitas β Jenis, Manfaat Dan Contohnya Pengendalian Sosial β Pengertian, Fungsi dan Jenis nya Diferensiasi Sosial β Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh nya Fenomena Sosial β Pengertian, Penyebab, Jenis dan contohnya Demikianlah penjelasan diatas semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk teman teman sekalian. Terima Kasih.
Pengertian Akomodasi, Jenis, Ciri, Tujuan & Contohnya Lengkap β Istilah akomodasi bagi sebagian orang mungkin sedikit agak awam. Namun bagi yang sudah mempelajari ilmu sosial pasti sudah mengetahui apa itu akomodasi, akomodasi merupakan segala sesuatu yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam menyelesaikan sebuah konflik. Pada kesempatan kali ini Pendidik akan memberikan suatu penjelasan mengenai akomodasi yang mencakup pengertian, bentuk, ciri, tujuan dan juga contohnya. Untuk itu langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut Berikut ini adalah pengertian akomodasi secara umum maupun menurut para ahli. Pengertian Akomodasi Secara umum, akomodasi adalah suatu upaya yang dilakukan dalam melakukan penyelesaian masalah maupun konflik yang terjadi antara dua pihak maupun lebih sehingga tercapai suatu keadaan yang lebih kondusif. Adapun istilah dari akomodasi dapat digunakan dalam dua hal yaitu untuk menunjukkan pada suatu keadaan maupun menunjukkan pada suatu proses. Berikut penjelasannya Akomodasi yang dipergunakan pada suatu keadaan, yakni adanya suatu keseimbangan atau equilibrium dalam interaksi antar perorangan maupun kelompok manusia yang berkaitan dengan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Akomodasi yang dipergunakan pada suatu proses, yakni menunjuk pada suatu usaha manusia untuk meredakan ssuatu pertentangan yakni untuk mencapai suatu kestabilan. Akomodasi menurut para ahli adalah sebagai berikut Akomodasi merupakan definisi yang digunakan dalam ilmu sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan sosial yang artinya sama dengan adaptasi, jika dalam biologi untuk menunjukkan pada suatu proses dimana mahluk hidup menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Akomodasi merupakan segala sesuatu yang dapat memberikan pemenuhan seseorang ketika berwisata. Akomodasi ini dapat berupa tempat dimana seseorang wisatawan dapat menginap, beristirahat, makan, minum dan lain sebagainya. Akomodasi adalah segala sesuatu yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan. Sebagai contoh tempat penginapan atau tempat tinggal sementara atau homestay bagi orang yang sedang berpergian. Jenis-Jenis Akomodasi dan Contohnya Berikut ini merupakan jenis- jenis atau bentuk-bentuk dari akomodasi, diantaranya adalah sebagai berikut 1. Kompromi Kompromi merupakan suatu perundingan secara damai diantara kedua belah pihak yang saling berkeinginan untuk mengurangi tuntutan. Adapun salah satu contoh kompromi adalah adanya kemerdekaan di Gerakan Aceh Merdeka yang dulu menjadi suatu masalah yang sulit akan tetapi akhirnya semua dapat terselesaikan dengan baik. 2. Mediasi Mediasi merupakan suatu proses pengikutsertaan pihak ketiga sebagai penasihat yang memiliki sifat netral dalam penyelesaian suatu perselisihan. Sebagai contoh mediasi diantara pemerintah RI untuk mendamaikan suatu fraksi fraksi atau golongan golongan yang tengah berselisih di Kamboja. Republik Indonesia hanya menjadi penyedia, dan tetap keputusan berdamai ada pada niat baik dari setiap golongan yang sedang bertikai tersebut. 3. Toleransi Toleransi merupakan suatu sikap menghargai setiap perbedaan di dalam masyarakat. Adapun contoh dari toleransi adalah kepekaan sosial umat yang memiliki perbedaan agama di Indonesia ketika datangnya bulan Ramadhan. Baik itu umat Nasrani, hindu, budha dan lain sebagainya, memberikan suatu kehormatan ataupun menghargai umat Islam. 4. Koerasi Coercion Koerasi merupakan suatu bentuk akomodasi yang digunakan dengan proses melalui paksaan karena diantara salah satu pihak berada pada posisi yang lemah. Adapun contoh dari pelaksanaan koerasi adalah sistem perbudakaan dan adanya penjajahan yang dilakukan antar bangsa. Bahkan Indonesia pernah mengalami sistem tersebut selama abad karena Indonesia menjadi negara bekas jajahan negara negara barat. 5. Konsiliasi conciliation Konsiliasi merupakan suatu usaha untuk mempertemukan pihak yang berselisih untuk mencapai suatu persetujuan melalui lembaga sosial sebagai suatu usaha dalam menyelesaikan perselisihan tersebut. Adapun contoh dari bentuk konsiliasi adalah pak kades A dan pak kades B saling bercekcok dan saling menyalahkan mengenai banjir yang terjadi terus menerus di wilayahnya sehingga banyak sekali petani yang gagal panen. Agar masalah tersebut mereda maka kedua pak kades tersebut telah sepakat untuk menyelesaikannya lewat LPMD atau lembaga pemberdayaan masyarakat desa. 6. Arbitrase arbitration Arbitrase merupakan segala upaya untuk menyelesaikan sengketa dengan bantuan pihak ketiga yang telah dipilih oleh kedua belah pihak yang sedang bersengketa. Adapun pihak ketiga dalam arbitrase disebut sebagai majelis arbitrase. Sedangkan contoh dari arbitrase adalah adanya pertentangan antara karyawan dan seorang pengusaha yang dapat dilakukan dengan upaya pembentukan serikat buruh serta departemen tenaga kerja untuk menyelesaikan permasalahannya tersebut. 7. Ajudikasi adjudication Ajudikasi adalah suatu usaha dalam menyelesaikan konflik atau perselisihan dalam meja hijau. Adapun contoh dari ajudikasi adalah adanya persengketaan tanah yang pada umumnya dapat diselesaikan ke pengadilan untuk mencari pemenang siapa yang kalah dan siapa yang akan menang. 8. Konversi Konversi merupakan suatu bentuk akomodasi dalam sosiologi yang digunakan untuk memberikan penyelesaian konflik dengan menjadikan salah satu pihak untuk dapat menerima atau bersedia dengan pendirian dari pihak lain. Adapun contoh dari konversi adalah adanya suatu konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Rusia. Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu semua dapat terselesaikan dengan baik. 9. Displacement Displacement merupakan suatu cara memberikan pengalihan pada suatu objek secara bersama-sama untuk mengakhiri suatu konflik bersama. Adapun bentuk contohnya adalah adanya persengketaan yang pernah dilakukan antara Indonesia dan australia tentang batas ZEE Zona Ekonomi Eksklusif, kemudian pada akhirnya kondisi seperti ini berakhir dengan dilakukannya pembagian minyak bumi yang berada di Celah Timor. 10. Stalemate Stalemate merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya kekuatan seimbang dari kedua pihak yang bertikai sehingga pertikaian berahkhir pada titik contohnya adalah dengan adanya persaingan yang dilakukan dalam perang dunia kedua, yang terjadi antara blok barat dan blok timur yang pada akhirnya dapat terselesaikan dengan sendiri, dalam hal ini tidak ada yang menang dan kalah. Ciri-Ciri Akomodasi adapun ciri-ciri dari akomodasi adalah 1. Proses akomodasi melibatkan dua orang atau lebih yang mengalami pertikaian sehingga menjadi suatu penghalang untuk bertemu dan melakukan kerja sama. 2. Dalam melakukan proses akomodasi, kedua belah pihak harus bersedia untuk saling memberi dan menerima dalam mengadakan perubahan sikap dan juga tingkah laku satu sama lain dengan menghilangkan atau mengurangi kepentingan mereka. 3. Pada masing-masing pihak saling mengetahui dan menerima situasi dan kondisi pihak lain. Tujuan Akomodasi Adapun tujuan dari akomodasi menurut Soekanto adalah sebagai berikut 1. Mengurangi terjadinya suatu konflik atau pertentangan antar individu maupun kelompok manusia sebagai dampak dari perbedaan paham. dalam hal ini akomodasi bertujuan untuk menghasilkan sintesa diantara kedua pendapat tersebut sehingga dapat menghasilkan pemikiran yang baru. 2. Dapat mencegah terjadinya suatu pertentangan untuk sementara waktu maupun secara temporer. 3. Biasanya akomodasi diusahakan untuk dapat memungkinkan terjadinya kerja sama antar kelompok sosial yang akibat faktor sosial psikologis juga kebudayaan, hidupnya terpisah, seperti yang dapat dijumpai pada masyarakat tentang sistem kasta. Pengertian Akomodasi, Jenis, Ciri, Tujuan & Contohnya Lengkap 4. Untuk berusaha melakukan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, seperti melalui perkawinan campuran atau asimilasi dalam arti luas. Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Akomodasi, Jenis, Ciri, Tujuan & Contohnya Lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih π
Contoh Akomodasi β Yang disajikan di sini adalah contoh berbagai bentuk penyelesaian konflik atau akomodasi dalam kehidupan sehari-hari. Akomodasi dapat dilihat sebagai bentuk resolusi konflik. Namun, satu definisi umum yang umum disampaikan adalah upaya mengadaptasi daerah tenang untuk menciptakan keseimbangan interaksi sosial. Akomodasi ini merupakan salah satu bentuk interaksi sosial asosiatif. Ada berbagai bentuk akomodasi. Kami mengidentifikasi setidaknya sepuluh jenis akomodasi. Tidak disarankan untuk mengingat semua definisi ini, karena akan dilupakan dalam waktu singkat. Kami sangat menyarankan Anda memahami contoh akomodasi. Sebelum saya memberi contoh, saya ingin menjelaskan di sini bahwa akomodasi dapat dipahami dari dua perspektif. Pertama sebagai kondisi, kedua adalah prosesnya. Artinya sebagai kondisi adalah keseimbangan antara interaksi sosial dan nilai-nilai dan norma sosial. Sedangkan sebagai proses adalah upaya individu atau kelompok untuk mengurangi atau menyelesaikan ketegangan, pertentangan, atau konflik. Berikut saya jelaskan contoh akomodasi dan bentuknya. 1. Koersi Suatu bentuk akomodasi di mana bagian yang kuat mendominasi bagian yang lemah. Misalnya perbudakan. Perbudakan adalah aturan budak atas majikan, yang sering melibatkan kekerasan fisik. Bahkan budak tidak bisa menentang perintah majikannya. Bentuk-bentuk perumahan dalam perbudakan, misalnya, adalah seorang majikan yang memerintahkan para budaknya untuk membangun sebuah kandang. Budak tidak bisa menolaknya, akhirnya dia membangun kandang karena dia tidak ingin berdebat dan berkonflik dengan majikannya. 2. Kompromi Suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang bertikai mengurangi tuntutan untuk relaksasi. Misalnya, seorang polisi yang melakukan operasi tanpa surat perintah. Ketika menghentikan pengemudi dan meminta uang, pengemudi ingin memberikan uang damai, asalkan dengan seratus ribu rupiah saja. Polisi tidak menginginkannya karena kurang. Sopir mengancam akan melapor kepada atasannya karena polisi tampaknya tidak memiliki surat perintah. Pada akhirnya, polisi meminta hanya lima puluh ribu rupiah saja dan pengemudi memberi uang serta tidak melaporkan kepada atasannya. 3. Abitrasi Bentuk kompromi dengan bantuan pihak ketiga. Sebagai contoh, seorang penggemar sepak bola berkelahi dengan salah satu klub idolanya karena dia marah karena klubnya terus kalah. Awalnya mereka hanya saling mengejek ketika mereka bertemu di jalan. Pemain dianggap tidak kompeten dan hanya menjadi penonton. Dengan demikian, perselisihan mengarah pada perkelahian dan ancaman. Konflik antara kedua pihak akhirnya diselesaikan setelah manajemen klub menyatukan mereka. Pimpinan klub berkomentar dan meminta keduanya untuk saling memaafkan. Klub ini dikelola oleh pihak ketiga. 4. Mediasi Adalah bentuk arbitrase, tetapi pihak ketiga netral. Dengan kata lain, keputusan ada pada pihak yang bertikai. Contoh yang dapat diberikan di sini, misalnya, versi lain dari contoh sebelumnya di mana manajemen klub netral. Seorang pemain dan penggemar yang bertikai ditanya apakah mereka ingin terus mengancam atau mengakhiri satu sama lain. 5. Konsiliasi Suatu bentuk akomodasi yang memenuhi harapan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai kesepakatan. Misalnya, para penggemar berhenti menonton karena klub masih kalah. Selanjutnya, manajemen tim mengundang para pemain untuk bertemu dengan perwakilan para penggemar untuk menghentikan pemogokan. 6. Toleransi Suatu bentuk akomodasi yang terjadi secara spontan atau tidak direncanakan. Misalnya, ketika bulan puasa berada di negara yang mayoritas penduduknya Muslim, masyarakat di sana yang tidak berpuasa, tidak makan di luar, inilah salah satu bentuk toleransi terhadap mereka umat muslim yang berpuasa. Ketika Natal tiba, seseorang yang tidak merayakan mengundang orang lain untuk merayakan Natal untuk merayakan tanpa mengganggunya. 7. Stalemate Suatu bentuk akomodasi di mana para pihak dalam konflik memiliki kekuatan yang relatif seimbang, sehingga perselisihan diselesaikan secara otomatis. Sebagai contoh, di Eropa, perselisihan antara blok Barat dan Timur terjadi secara spontan karena kekuatannya yang relatif seimbang. Konflik juga dapat disebabkan oleh kelelahan karena konflik yang berkepanjangan tanpa pemenang dan yang kalah. 8. Ajudikasi Yang merupakan bentuk penyelesaian peradilan. Misalnya, konflik keluarga dari beberapa artis terkemuka yang terguncang oleh perselisihan, sehingga proses penyelesaian harus dibawa ke pengadilan. Keputusan pengadilan menentukan bagaimana perselisihan diselesaikan. 9. Displacement Suatu bentuk penempatan di mana kedua pihak yang berkonflik teralihkan. Misalnya, invasi Amerika dengan dukungan Inggris untuk Timur Tengah untuk perang melawan terorisme. Senjata pemusnah massal di Irak adalah topeng invasi. Apa yang sebenarnya terjadi adalah bahwa kepentingan geopolitik mendominasi minyak. Perselisihan berakhir setelah senjata pemusnah massal terbukti fiktif dan mendapatkan minyak. 10. Konversi Suatu bentuk penempatan di mana satu pihak menerima posisi pihak lain untuk meredakan konflik. Misalnya, keluarga pengantin wanita, yang awalnya tidak setuju dengan pernikahan putranya, akhirnya merestuinya demi putranya. Keluarga pria setuju dengan mereka berdua sejak awal, tetapi kesepakatan baru tercapai setelah keluarga wanita mengubah permintaan mereka dari tidak merestui menjadi direstui. Sepuluh contoh akomodasi di atas telah ditulis sebagai referensi bagi pembaca yang mencari contoh akomodasi. Istilah akomodasi dalam sosiologi tidaklah sama dengan akomodasi di dunia traveling ya gaes. Hehehe Dalam sosiologi, akomodasi adalah bagian dari interaksi sosial-asosiatif. Dalam dunia traveling adalah biaya hidup ketika melakukan perjalanan. Ingat, Jangan Terbalik ya!!! Baca Juga Pranata SosialProses Sosial
1ArbitraseArbitrase merupakan suatu pengendalian atau penyelesaian konflik yang menunjuk pihak ketiga untuk memutuskan konflik atau pertentangan tersebut. Dalam bentuk ini, pihak yang bertikai berusaha untuk mencari pihak ketiga untuk mengendalikan konflik MediasiMediasi merupakan penyelesaian konflik yang dilakukan melalui suatu jasa perantara yang bersikap netral. Pada mediasi, terdapat pihak yang berusaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai antara dua belah KoersiKoersi merupakan pengendalian konflik yang dilakukan dengan tindakan kekerasan. Sehingga, konflik tersebut tidak diselesaikan dengan cara damai tetapi dengan cara keras. Misalkan konflik antara masyarakat atas dan bawah yang saling bertikai dan pada akhirnya segerombolan masyarakat lain berusaha untuk melakukan tindakan anarkhis di antara salah satu anggota masyarakat tersebut misalnya dengan cara memukuli salah satu anggota KonsiliasiKonsiliasi merupakan suatu pengendalian konflik dengan cara melalui lembaga tertentu. Pada bentuk ini, lembaga tertentu melakukan persetujuan pada kedua pihak yang bertikai sehingga tidak terulang kembali konflik tersebut. Misalkan, telah terjadi konflik pada ketua RT daerah Petukangan dengan ketua RT daerah Tangerang mereka berdua saling bertutur kata dengan cara mengakui dirinya sendiri siapa yang paling hebat diantara mereka berdua. Karena saling mengakui kehebatannya itu dan tidak mau kalah, maka timbul lah konflik diantara mereka berdua. Kemudian, untuk diselesaikannya, lembaga masyarakat meminta persetujuannya dari kedua pihak yang bertikai tadi agar konflik dapat reda. Lembaga masyarakat itulah yang disebut lembaga AjudikasiAjudikasi merupakan suatu pengendalian konflik yang diselesaikan dengan cara pengadilan atau diselesaikan di pengadilan. Pada bentuk ini, telah terjadi konflik yang terjadi antara dua belah pihak, kemudian pihak tersebut memilih untuk menyelesaikan konfliknya di pengadilan. Misalkan, Pak Ahmad dan Pak Ridwan sedang berbincang - bincang tentang masalah pekerjaan yang sedang dijalaninya. Kemudian, telah terjadi tidak persetujuan antara Pak Ahmad dan Pak Ridwan dalam bertutur kata, sehingga timbul lah konflik maka mereka berdua memutuskan untuk meredakan konflik tersebut di KompromiKompromi merupakan suatu persetujuan yang dilakukan dengan cara perdamaian untuk saling bersama-sama mengurangi tuntutan. Misalkan, Pedagang mie ayam melakukan protes terhadap pedagang gado-gado bahwa penghasilan yang di dapat oleh pedagang gado-gado lebih banyak dari pada pedagang mie ayam. Di karenakan yang paling laku terjual adalah pedagang gado-gado. Sehingga, pedagang mie ayam tidak setuju melihat hal itu, kemudian kedua pedagang tersebut saling marah-marahan dalam berbicara. Pada akhirnya, salah satu warga yang sedang membeli, melakukan persetujuan diantara mereka dengan cara damai untuk menyelesaikan masalah tersebut dan berusaha untuk saling mengurangi tuntutannya diantara mereka ToleransiToleransi merupakan suatu sikap saling menghargai perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam bentuk ini, masyarakat harus saling menghargai satu sama lainnya. Apa yang dianutnya, apa yang dipercayainya, dan sebagainya. Sebagai contoh, Pekerja kantoran selama ini telah berteman baik dengan seorang yang beragama Islam. Pada suatu saat ia di PHK dan terpaksa mencari pekerjaan baru. Setelah ia mendapatkan pekerjaan baru tersebut, tak lama ia saling akrab dan sudah mulai terbiasa berinterkasi dengan teman-teman barunya. Pada suatu ketika ia mendapatkan teman dekat, lama kelamaan mereka menjadi bersahabat. Pada saat hari raya Natal ia berjalan-jalan dengan keluarga di pagi hari, tak lama diperjalanan ia melihat sahabatnya itu ingin memasuki gereja. Ia mulai tau bahwa sahabatnya bergama non muslim yaitu beragama Kristen. Disitu ia mempertemukan sahabatnya dan saling menyapa. Itulah yang disebut toleransi, jadi kita harus menghargai perbedaan dalam masyarakat. Kita boleh bergaul antara berbeda agama tetapi, kita tidak boleh ikut campur dalam urusan agama karena hukumnya StalameteStalamete merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan adanya kekuatan yang seimbang di antara kedua pihak yang bertikai. Sehingga, pertikaian tersebut terhenti pada titik tertentu.
dibawah ini bentuk bentuk akomodasi kecuali